RDKK Petani Melonjak, Jatah Pupuk Subsidi Berkurang

Foto ilustrasi.

METRO, Boltim- Akhir-akhir ini banyak petani yang masuk dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) mengeluhkan jatah penerimaan pupuk subsidi bukanya bertambah malah berkurang.

Beberapa petani yang mendapat pupuk subsidi saat ditemui METRO belum lama mengungkapkan, bahwa jatah pupuk subsidi terkadang hanya 1 atau 2 sak.

Bacaan Lainnya

Padahal sebelumnya seperti biasa satu anggota kelompok mendapat 3 sampai 5 sak.

“Informasi yang kami terima, katanya pupuk subsidi untuk petani mulai dibatasi,” ujar oknum warga petani. Hal ini turut diakui Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Mat Sunardi, S.PKP ketika dikonfirmasi METRO baru-baru ini.

Menurut dia, pemicu berkurangnya jatah pupuk subsidi kepada petani bukan karena berkurangnya kuota di Boltim Tetapi akibat naiknya anggota RDKK. ” Kuota pupuk bersubsidi untuk Sulut tidak berkurang. Begitu juga untuk Kabupaten Boltim. Jadi penyebab jatah pupuk berkurang karena RDKK secara nasional terus meningkat,” jelas Sunardi.

Dia berharap, para petani dapat memakluminya dan tetap memaksimalkan jatah pupuk yang ada. ” Sekarang ini ketentuan RDKK, satu orang petani dikelompok mendapat jatah pupuk untuk 2 hektar lahan produktif,” tandasnya.(40)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan